Senin, 16 Mei 2011

MANAJEMEN RESIKO DALAM PENGELOLAAN YANG BAIK DI BIDANG ASURANSI


Dalam suatu kehidupan,kita tidak terlepas dari suatu resiko dimana dapat terjadi sewaktu-waktu dan kita tidak dapat memperkirakan sebelumnya kapan dan bagaiman hal atau resiko tersebut dapat terjadi seperti resiko kematian atau kesehatan. Sedangkan kita masih harus memenuhi tanggung jawab kita dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan  menjadi tumpuan dalam keluarga sedangkan tidak ada biaya atau simpanan yang baik sehingga akan mememiliki dampak yang buruk terhadap kehidupan keluarga seperti anak, atau sanak keluarga karena nilai ekonomi seseorang terhadap keluarga sama dengan kapasitas penghasilannya. Jika nilai ekonomi seorang kepala keluarga hilang atau berkurang,maka sanak keluarganya yang berkepentingan langsung menderita kerugian.
            Oleh karena itu kita harus memilki perencanaan yang tepat agar resiko tersebut dapat kita atasi sejak dini salah satunya dengan mengambil keputusan dalam manajemen resiko yaitu asuransi dalam hal ini. Karena adanya ketidakpastian dalam setiap hidup seperti kapan akan meninggal ataupun sampai umur beberapa seseorang dapat bertahan untuk mencari nafkah  oleh karenanya banyak perusahaan asuransi yang mewarkan proteksi atau perlindungan terhadap pendapatan,tanggungan ataupun kehidupan seseorang, pada intinya dasar dari perusahaan jiwa ini adalah sekelompok orang yang menyadari bahwa setiap orang pasti akan meninggal dunia etapi tidak tahu secara pasti kapan kematian akan terjadi.oleh karna itu diperlukan jaminan keuangan dalam jangka waktu tertentu, selama yang ditinggalkan belum dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.
Dalam buku Financial Planning Standards Boards didefinisikan bahwa Asuransi Jiwa pada hakekatnya adalah suatu pelimpahan resiko (Risk Shifting) atas kerugian keuangan oleh tertanggung kepada penanggung(ketentuan ini berlaku untuk non-syariah). Resiko yang dilimpahkan kepada penanggung bukanlah resiko hilangnya jiwa seseorang tetapi karena kerugian keuangan sebagai akibat hilangnya jiwa atau karena mencapai umurtua sehingga tidak prduktif lagi manusi mempunyai ukuran nilai-nilai diantaranya nilai social dan agama.
Sehingga dalam perusahaan asuransi berusaha untuk mengalihkan ketidakpastian dari perseorangan kedalam kelompok besar orang. Disini risiko perseorangan akan dibagi rata banyak orang.Dari perseorangan didalam kelompok,terkumpul iuran yang membentuk dana. Dari dana tersebut diberikan jaminan keuangan kepada yang berkepentingan.Meskipun saat kematian seseorang tidak pasti tapi jumlah seseorang yang akan meninggal dalam kelompok yang dimaksud didalam suatu periode tertentu dapat diperkirakan berdasarkan data dan pengalaman sebelumya.
            Untuk menanggulangi resiko yang dimaksud di zaman modern ditempuh cara dengan mengalihkan atau melimpahkan resiko tersebut kepada pihak lain dalam hal ini, kepada perusahaan asuransi jiwa. Pelimpahan resiko yang dimaksud secara popular disebut membeli polis asuransi. Sebelum pelimpahan resiko dapat diterima . Sebagai imbalan atas diterimanaya resiko, pihak yang melimpahkan resiko (pembeli polis) berkewajiban membayar sejumlah uang ,baik secara sekaligus maupun berkala yang disebut premi.
Dalam hal ini disebutkan juga peranan asuransi jiwa dalam kehidupan seseorang yaitu:
Memastikan masa depan
            kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi atas hidup manusia tidak seorangpun yang tahu meskipun atas dirinya. Dengan demikian, tepat bila dikatakan bahwa masa depan seseorang tidaklah pasti. Salah satu yang menyebabkan ketidakpastian masa depan seseorangialah berkurang atau lenyap sama sekali nilai ekonomi hidupnya. Untuk melindungi atau minimal mengurangi akibat tersebut, cara yang dapat dilakukan adalah menyimpan sebagai kecil dari penghasilannya secara teratr sebagai tabungan
Menanggulangi risiko hidup dan kebutuhan
            Sebagian masyarakat membeli barang hanya mengikuti keinginan saja dan tidak didasrkan kepada kebutuhan yang penting . Banyak orang membeli sesuatu bukan karena alas an kebutuhan, melainkan semata-mata karena keinginan untuk memeliki barang itu saja.
Sedangkan jenis-jenis asuransinya yaitu:
Asuransi jiwa berjangka:
                        1.asuransi berjangka tetap:tertanggung membayar sejumlah premi tahunan dan jika tertanggung meninggal dunia maka para tanggungannya mendapat manfaat
                        2.Asuransi berjangka menurun:polis dibayar secara menurun selama polis berlaku
                        3.Asuransi berjangka meningkat:meningkatkankan nilai pertanggungan seiring dengan berjalannya waktu.
  Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk menjaga keuangan atau simpanan yang kita miliki dapat dilakukan dengan melakukan perlidungan melalui asuransi karena banyak manfaat yang kita dapat serta  adanya beberapa pilihan sehingga seseorang dapat memilih protesi jenis apa yang sesuai dengan keinginan seorang individu.

Kamis, 21 April 2011



SISTEM JUST IN TIME(JIT) BAGI PERSEDIAAN

Modal kerja yang dapat didefinisikan sebagai sejumlah dana atau modal yang digunakan perusahaan untuk membiayai seluruh aktivitas usahanya.Didalam manajemen modal kerja terdapat berbagai macam aspek yang dapat mempengaruhi aktiva lancar.
Modal kerja dapat diklasifikasikan menjadi:
1.modal lerja dalam kas management
2.modal kerja dalam inventory management
3.modal kerja dalam modal kerja dalam account receivable management dan account payable management
Beberapa bagian ini merupakan bagian yang penting dalam menjaga agar modal kerja dalam suatu perusahaan dapat berjalan baik dan tentunya memilki tingkat likuiditas yang optimal sehingga suatu kinerja dalam perusahaan dapat berupaya sebaik mungkin.Secara spesifik saya akan membahas salah satu aspek modal kerja yaitu”inventory management” salah satu faktor ini juga merupakan faktor yang terpenting karena kuantitas dan pengaruhnya berada pada modal perusahaan.
Inventory management dapat diartikan sebagai upaya untuk mengelola tingkat sediaan,sehingga tidak terjadi overstock yang menyebabkan kebutuhan modal kerja terlalu besar padahal tidak diperlukan sebanyak itu.Selain itu untuk menghindari upaya under stock yang mengurangi kapasitas sediaan yang digunakan sehingga tidak tercukupi penggunaannya.Oleh karena itu,cara yang baik digunakan agar sediaan dapat terjaga dengan baik serta penggunaanya optimal yaitu dengan JUST IN TIME yang berarti segala aktivitas yang tidak memilki pengaruh terhadap sediaan atau tidak ada nilai guna harus dieliminasi atau dalam artian lain suatu filosofi tepat waktu yang memusatkan pada aktivitas yang diperlukan oleh segmen-segmen internal lainnya dalam suatu organisasi.
Beberapa aspek yang mempengaruhi sistem just in time yaitu:
1.      Semua aktivitas yang tidak bernilai tambah terhadap produk atau jasa harus di eliminasi.Aktivitas yang tidak bernilai tambah meningkatkan biaya yang tidak perlu,misalnya persediaan sedapat mungkin nol.
2.      Adanya komitmen untuk selalu meningkatkan mutu yang lebih tinggi.Sehingga produk rusak dan cacat sedapat mungkin nol,tidak memerlukan waktu dan biaya untuk pengerjaan kembali produk cacat, dan kepuasan pembeli dapat meningkat.
3.      Selalu diupayakan penyempurnaan yang berkesinambungan (Continuous Improvement)dalam meningkatkan efisiensi kegiatan.
4.      Menekankan pada penyederhanaan aktivitas dan meningkatkan pemahaman terhadap aktivitas yang bernilai tambah.

Sehingga sistem ini berpengaruh terhadap suatu kapasitas sediaan yang selalu menjaga mutu dan manfaat yang digunakan selainitu dalam produksinya sistem ini mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi perusahaan  yang dilakukan dengan :

Produksi JIT

            Produksi JIT adalah sistem penjadwalan produksi komponen atau produk yang tepat waktu, mutu, dan jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan oleh tahap produksi berikutnya atau sesuai dengan memenuhi permintaan pelanggan.
Produksi JIT dapat mengurangi waktu dan biaya produksi dengan cara:
1.      Mengurangi atau meniadakan barang dalam proses dalam setiap workstation (stasiun kerja) atau tahapan pengolahan produk (konsep persediaan nol).
2.      Mengurangi atau meniadakan “Lead Time” (waktu tunggu) produksi (konsep waktu tunggu nol).
3.      Secara berkesinambungan berusaha sekeras-kerasnya untuk mengurangi biaya setup mesin-mesin pada setiap tahapan pengolahan produk (workstation).
4.      Menekankan pada penyederhanaan pengolahan produk sehingga aktivitas produksi yang tidak bernilai tambah dapat dieliminasi.
            Perusahaan yang menggunakan produksi JIT dapat meningkatkan efisiensi dalam bidang:
1.      Lead time (waktu tunggu) pemanufakturan
2.      Persediaan bahan, barang dalam proses, dan produk selesai
3.      Waktu perpindahan
4.      Tenaga kerja langsung dan tidak langsung
5.      Ruangan pabrik
6.      Biaya mutu
7.      Pembelian bahan
            Penerapan produksi JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut:
1.      Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan
2.      Mengeliminasi atau mengurangi kelompok biaya (cost pools) untuk aktivitas tidak langsung
3.      Mengurangi frekuensi perhitungan dan pelaporan informasi selisih biaya tenaga kerja dan overhead pabrik secara individual
4.      Mengurangi keterincian informasi yang dicatat dalam “work tickets”

Pembelian JIT

            Pembelian JIT adalah sistem penjadwalan pengadaan barang dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan penyerahan segera untuk memenuhi permintaan atau penggunaan.Pembelian JIT dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pembelian dengan cara:
1.      Mengurangi jumlah pemasok sehingga perusahaan dapat mengurangi sumber-sumber yang dicurahkan dalam negosiasi dengan pamasoknya.
2.      Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi dengan pemasok.
3.      Memiliki pembeli atau pelanggan dengan program pembelian yang mapan.
4.      Mengeliminasi atau mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak bernilai tambah.
5.      Mengurangi waktu dan biaya untuk program-program pemeriksaan mutu.
            Penerapan pembelian JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut:
1.      Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan.
2.      Perubahan “cost pools” yang digunakan untuk mengumpulkan biaya.
3.      Mengubah dasar yang digunakan untuk mengalokasikan biaya sehingga banyak biaya tidak langsung dapat diubah menjadi biaya langsung.
4.      Mengurangi perhitungan dan penyajian informasi mengenai selisih harga beli secara individual
5.      Mengurangi biaya administrasi penyelenggaraan sistem akuntansi.

Kedua sistem ini merupakan komponen terpenting dalam suatu sistem yang baik yang berdasarkan sistem just in time(sistem tepat waktu).Karena dalam sistem ini untuk proses pembelian atau penjualan memiliki penjadwalan yang tersusun secara sistematis sehingga upaya untuk menghasilkan laba dapat dirasakan secara maksimal.

Senin, 11 April 2011

Perencanaan Investasi Dalam Pengambilan Keputusan dan Mengetahui Resiko yang Ada


Perencanaan Investasi Dalam Pengambilan Keputusan
dan Mengetahui Resiko yang Ada

Dalam  berinvestasi banyak sekali peran dan kendala yang dihadapi oleh seorang investor dalam memilih investasi yang layak dan memiliki keuntungan yang  baik, sehingga resiko yang didapat diupayakan semaksimal mungkin. oleh karena itu, untuk mendapatkan keuntungan yang besar maka seorang investor harus dapat memiliki cara untuk mengambil pilihan dalam menghadapi resiko yang ada dengan pilihan sendiri atau seorang financial planner.Memang tidak mudah dalam mengambil keputusan untuk memilih investasi yang cocok untuk dapat digunakan dan menjadi pilihan dalam masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu seorang investor harus memiliki pandangan utama dalam berinvestasi yaitu:
1.Income atau tingkat pendapatan, sehingga investor lebih memperhatikan  pendapatan yang ada saat ini
2.Pertumbuhan modal bagi seorang investor yang dititikberatkan terhadap  orientasi pertumbuhan capital yang mana seorang investor dapat menetapkan jangka waktu lebih panjang dan dapat mengevaluasi pertumbuhannya dari waktu ke waktu, selain itu seorang investor yang menitikberatkan  untuk mempertahakan modal yang ada dan melakukan divesifikasi folio akan mengurangi upaya di dalam resiko yang ada.
         Menurut buku Financial Planning Standards Board,   Resiko investasi dapat dikatakan sebagai suatu hasil dan upaya yang tidak sesuai dengan harapan atau ekspetasi. Banyak sekali resiko yang ada dalam suatu investasi seperti,resiko sistematik yang merupakan suatu resiko yang terjadi akibat faktor-faktor yang terjadi seperti bencana alam dan keadaan yang mengakibatkan tidak dapat dilakukannya diversifikasi portofolio.yang terdiri dari beberapa factor seperti:
·         resiko pasar(market risk) yang merupakan resiko yang ada karena factor independen pasar tersebut
·         resiko  fluktuasi bunga(interest rate) adalah resiko yang terjadi karena fluktuasi tingkat suku bunga
·         resiko pasar(market risk) resiko yang disebabkan oleh factor independen dari setiap investasi
·         resiko suku bunga(interest rate risk) resiko yang disebabkan oleh fluktuasi dari tngkat suku bunga
·         resiko tarif investasi(reinvestment rate risk) resiko terjadinya penurunan tingkat bunga di pasar pada saat pembayaran dari sebuah investasi diterima.
·         resiko daya beli yaitu resiko karena adanya inflasi
·         resiko mata uang,tingkat resiko yang harus dihadapi oleh seorang investor atas fluktuasi antara dua atau lebih mata uang yang mempengaruhi tingkat pengembalian investasinya.
            Selain itu terdapat pula jenis resiko yang lain yang juga mempengaruhi tingkat resiko yang ada yaitu dapat disebut sebagai resiko non sistematis yang disebut juga sebagai resiko yang bisa dideversifikasi ,faktor pembentuk yang ada seperti kapasitas managemen,mogok tenaga kerja,kecenderungan konsumen,faktor-faktor yang ada seperti:
ü  resiko bisnis(business risk) adalah  resiko yang menggunakan perhitungan dengan tingkat perusahaan dalam mendapatkan keuntungan
ü  resiko keuangan yang berhubungan erat dengan neraca keuangan perusahaan
ü  resiko cidera janji yaitu resiko yang didapat karena kemampuan perusahaan dalam  memenuhi kewajiban(membayar hutang) tidak dapat terpenuhi.
ü  resiko likuiditas berhubungan dengan ketidakpastian dalam mencairkan dana yang ada pada waktu kapan saja.
Dalam resiko ini baik sistematis maupun non sistematis layaknya seorang investor harus mengetahui dan mempunyai pengetahuan dalam kelayakan berinvestasi agar resiko yang didapat tidak merugikan investasi dan total saham yang ada sehingga mendapatkan keuntungan dalam setiap kali berinvestasi dengan tetap melihat keadaan dan situasi yang ada pada saat itu.selain itu seorang investor juga harus mengetahui likuiditas dan daya jual saham yang dimililkinya karena kita juga harus mengetahui kemampuan dari daya jual dan resiko yang ada. Selain itu sebagai seorang investor juga harus mengetahui tingkat resiko yang dapat diterima oleh indi vidu tersebut salah satunya yaitu tujuan yang spesifik yang berarti harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana dan apa saja tujuan atau target dari investasi yang akan dilakukan.Jangka waktu juga mempengaruhi seseorang investor untuk menanam modalnya karena dalam perhitungannya semakin lama kta berinvestasi maka semakin banyak untuk mendapatkan keuntungan.Dan faktor yang lainnya seperti usia,pengetahuan investor dalam berinvestasi serta kondisi pasar,kondisi keuangan,pendapatan,juga berpengaruh dalam hal ini.
            Dalam hal berinvestasi seorang investor memiliki dua kemungkinan untuk menjaga agar asset terus berkembang atau terjadinya suatu peningkatan dengan memiliki pendekatan terhadap pendapatan yang ada ataupun modal dan memiliki criteria keduanya sehingga cara berinvestasi pun dapat dirasa aman.Selain itu juga diperlukan keahlian seorang investor untuk mengalokasikan asset-aset yang ada dan analisa terhadap pergerakan harga atau hal yang menyangkut pertumbuhan investasi.Oleh karena itu untuk menjadi investor diperlukan beberapa pendekatan-pendekatan agar suatu kegiatan dalam berinvestasi memiliki keuntungan dan dapat mengantisipasi setiap ada resiko yang akan mengancam.