Perencanaan Investasi Dalam Pengambilan Keputusan
dan Mengetahui Resiko yang Ada
Dalam berinvestasi banyak sekali peran dan kendala yang dihadapi oleh seorang investor dalam memilih investasi yang layak dan memiliki keuntungan yang baik, sehingga resiko yang didapat diupayakan semaksimal mungkin. oleh karena itu, untuk mendapatkan keuntungan yang besar maka seorang investor harus dapat memiliki cara untuk mengambil pilihan dalam menghadapi resiko yang ada dengan pilihan sendiri atau seorang financial planner.Memang tidak mudah dalam mengambil keputusan untuk memilih investasi yang cocok untuk dapat digunakan dan menjadi pilihan dalam masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu seorang investor harus memiliki pandangan utama dalam berinvestasi yaitu:
1.Income atau tingkat pendapatan, sehingga investor lebih memperhatikan pendapatan yang ada saat ini
2.Pertumbuhan modal bagi seorang investor yang dititikberatkan terhadap orientasi pertumbuhan capital yang mana seorang investor dapat menetapkan jangka waktu lebih panjang dan dapat mengevaluasi pertumbuhannya dari waktu ke waktu, selain itu seorang investor yang menitikberatkan untuk mempertahakan modal yang ada dan melakukan divesifikasi folio akan mengurangi upaya di dalam resiko yang ada.
Menurut buku Financial Planning Standards Board, Resiko investasi dapat dikatakan sebagai suatu hasil dan upaya yang tidak sesuai dengan harapan atau ekspetasi. Banyak sekali resiko yang ada dalam suatu investasi seperti,resiko sistematik yang merupakan suatu resiko yang terjadi akibat faktor-faktor yang terjadi seperti bencana alam dan keadaan yang mengakibatkan tidak dapat dilakukannya diversifikasi portofolio.yang terdiri dari beberapa factor seperti:
· resiko pasar(market risk) yang merupakan resiko yang ada karena factor independen pasar tersebut
· resiko fluktuasi bunga(interest rate) adalah resiko yang terjadi karena fluktuasi tingkat suku bunga
· resiko pasar(market risk) resiko yang disebabkan oleh factor independen dari setiap investasi
· resiko suku bunga(interest rate risk) resiko yang disebabkan oleh fluktuasi dari tngkat suku bunga
· resiko tarif investasi(reinvestment rate risk) resiko terjadinya penurunan tingkat bunga di pasar pada saat pembayaran dari sebuah investasi diterima.
· resiko daya beli yaitu resiko karena adanya inflasi
· resiko mata uang,tingkat resiko yang harus dihadapi oleh seorang investor atas fluktuasi antara dua atau lebih mata uang yang mempengaruhi tingkat pengembalian investasinya.
Selain itu terdapat pula jenis resiko yang lain yang juga mempengaruhi tingkat resiko yang ada yaitu dapat disebut sebagai resiko non sistematis yang disebut juga sebagai resiko yang bisa dideversifikasi ,faktor pembentuk yang ada seperti kapasitas managemen,mogok tenaga kerja,kecenderungan konsumen,faktor-faktor yang ada seperti:
ü resiko bisnis(business risk) adalah resiko yang menggunakan perhitungan dengan tingkat perusahaan dalam mendapatkan keuntungan
ü resiko keuangan yang berhubungan erat dengan neraca keuangan perusahaan
ü resiko cidera janji yaitu resiko yang didapat karena kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban(membayar hutang) tidak dapat terpenuhi.
ü resiko likuiditas berhubungan dengan ketidakpastian dalam mencairkan dana yang ada pada waktu kapan saja.
Dalam resiko ini baik sistematis maupun non sistematis layaknya seorang investor harus mengetahui dan mempunyai pengetahuan dalam kelayakan berinvestasi agar resiko yang didapat tidak merugikan investasi dan total saham yang ada sehingga mendapatkan keuntungan dalam setiap kali berinvestasi dengan tetap melihat keadaan dan situasi yang ada pada saat itu.selain itu seorang investor juga harus mengetahui likuiditas dan daya jual saham yang dimililkinya karena kita juga harus mengetahui kemampuan dari daya jual dan resiko yang ada. Selain itu sebagai seorang investor juga harus mengetahui tingkat resiko yang dapat diterima oleh indi vidu tersebut salah satunya yaitu tujuan yang spesifik yang berarti harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana dan apa saja tujuan atau target dari investasi yang akan dilakukan.Jangka waktu juga mempengaruhi seseorang investor untuk menanam modalnya karena dalam perhitungannya semakin lama kta berinvestasi maka semakin banyak untuk mendapatkan keuntungan.Dan faktor yang lainnya seperti usia,pengetahuan investor dalam berinvestasi serta kondisi pasar,kondisi keuangan,pendapatan,juga berpengaruh dalam hal ini.
Dalam hal berinvestasi seorang investor memiliki dua kemungkinan untuk menjaga agar asset terus berkembang atau terjadinya suatu peningkatan dengan memiliki pendekatan terhadap pendapatan yang ada ataupun modal dan memiliki criteria keduanya sehingga cara berinvestasi pun dapat dirasa aman.Selain itu juga diperlukan keahlian seorang investor untuk mengalokasikan asset-aset yang ada dan analisa terhadap pergerakan harga atau hal yang menyangkut pertumbuhan investasi.Oleh karena itu untuk menjadi investor diperlukan beberapa pendekatan-pendekatan agar suatu kegiatan dalam berinvestasi memiliki keuntungan dan dapat mengantisipasi setiap ada resiko yang akan mengancam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar