Kamis, 21 April 2011



SISTEM JUST IN TIME(JIT) BAGI PERSEDIAAN

Modal kerja yang dapat didefinisikan sebagai sejumlah dana atau modal yang digunakan perusahaan untuk membiayai seluruh aktivitas usahanya.Didalam manajemen modal kerja terdapat berbagai macam aspek yang dapat mempengaruhi aktiva lancar.
Modal kerja dapat diklasifikasikan menjadi:
1.modal lerja dalam kas management
2.modal kerja dalam inventory management
3.modal kerja dalam modal kerja dalam account receivable management dan account payable management
Beberapa bagian ini merupakan bagian yang penting dalam menjaga agar modal kerja dalam suatu perusahaan dapat berjalan baik dan tentunya memilki tingkat likuiditas yang optimal sehingga suatu kinerja dalam perusahaan dapat berupaya sebaik mungkin.Secara spesifik saya akan membahas salah satu aspek modal kerja yaitu”inventory management” salah satu faktor ini juga merupakan faktor yang terpenting karena kuantitas dan pengaruhnya berada pada modal perusahaan.
Inventory management dapat diartikan sebagai upaya untuk mengelola tingkat sediaan,sehingga tidak terjadi overstock yang menyebabkan kebutuhan modal kerja terlalu besar padahal tidak diperlukan sebanyak itu.Selain itu untuk menghindari upaya under stock yang mengurangi kapasitas sediaan yang digunakan sehingga tidak tercukupi penggunaannya.Oleh karena itu,cara yang baik digunakan agar sediaan dapat terjaga dengan baik serta penggunaanya optimal yaitu dengan JUST IN TIME yang berarti segala aktivitas yang tidak memilki pengaruh terhadap sediaan atau tidak ada nilai guna harus dieliminasi atau dalam artian lain suatu filosofi tepat waktu yang memusatkan pada aktivitas yang diperlukan oleh segmen-segmen internal lainnya dalam suatu organisasi.
Beberapa aspek yang mempengaruhi sistem just in time yaitu:
1.      Semua aktivitas yang tidak bernilai tambah terhadap produk atau jasa harus di eliminasi.Aktivitas yang tidak bernilai tambah meningkatkan biaya yang tidak perlu,misalnya persediaan sedapat mungkin nol.
2.      Adanya komitmen untuk selalu meningkatkan mutu yang lebih tinggi.Sehingga produk rusak dan cacat sedapat mungkin nol,tidak memerlukan waktu dan biaya untuk pengerjaan kembali produk cacat, dan kepuasan pembeli dapat meningkat.
3.      Selalu diupayakan penyempurnaan yang berkesinambungan (Continuous Improvement)dalam meningkatkan efisiensi kegiatan.
4.      Menekankan pada penyederhanaan aktivitas dan meningkatkan pemahaman terhadap aktivitas yang bernilai tambah.

Sehingga sistem ini berpengaruh terhadap suatu kapasitas sediaan yang selalu menjaga mutu dan manfaat yang digunakan selainitu dalam produksinya sistem ini mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi perusahaan  yang dilakukan dengan :

Produksi JIT

            Produksi JIT adalah sistem penjadwalan produksi komponen atau produk yang tepat waktu, mutu, dan jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan oleh tahap produksi berikutnya atau sesuai dengan memenuhi permintaan pelanggan.
Produksi JIT dapat mengurangi waktu dan biaya produksi dengan cara:
1.      Mengurangi atau meniadakan barang dalam proses dalam setiap workstation (stasiun kerja) atau tahapan pengolahan produk (konsep persediaan nol).
2.      Mengurangi atau meniadakan “Lead Time” (waktu tunggu) produksi (konsep waktu tunggu nol).
3.      Secara berkesinambungan berusaha sekeras-kerasnya untuk mengurangi biaya setup mesin-mesin pada setiap tahapan pengolahan produk (workstation).
4.      Menekankan pada penyederhanaan pengolahan produk sehingga aktivitas produksi yang tidak bernilai tambah dapat dieliminasi.
            Perusahaan yang menggunakan produksi JIT dapat meningkatkan efisiensi dalam bidang:
1.      Lead time (waktu tunggu) pemanufakturan
2.      Persediaan bahan, barang dalam proses, dan produk selesai
3.      Waktu perpindahan
4.      Tenaga kerja langsung dan tidak langsung
5.      Ruangan pabrik
6.      Biaya mutu
7.      Pembelian bahan
            Penerapan produksi JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut:
1.      Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan
2.      Mengeliminasi atau mengurangi kelompok biaya (cost pools) untuk aktivitas tidak langsung
3.      Mengurangi frekuensi perhitungan dan pelaporan informasi selisih biaya tenaga kerja dan overhead pabrik secara individual
4.      Mengurangi keterincian informasi yang dicatat dalam “work tickets”

Pembelian JIT

            Pembelian JIT adalah sistem penjadwalan pengadaan barang dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan penyerahan segera untuk memenuhi permintaan atau penggunaan.Pembelian JIT dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pembelian dengan cara:
1.      Mengurangi jumlah pemasok sehingga perusahaan dapat mengurangi sumber-sumber yang dicurahkan dalam negosiasi dengan pamasoknya.
2.      Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi dengan pemasok.
3.      Memiliki pembeli atau pelanggan dengan program pembelian yang mapan.
4.      Mengeliminasi atau mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak bernilai tambah.
5.      Mengurangi waktu dan biaya untuk program-program pemeriksaan mutu.
            Penerapan pembelian JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut:
1.      Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan.
2.      Perubahan “cost pools” yang digunakan untuk mengumpulkan biaya.
3.      Mengubah dasar yang digunakan untuk mengalokasikan biaya sehingga banyak biaya tidak langsung dapat diubah menjadi biaya langsung.
4.      Mengurangi perhitungan dan penyajian informasi mengenai selisih harga beli secara individual
5.      Mengurangi biaya administrasi penyelenggaraan sistem akuntansi.

Kedua sistem ini merupakan komponen terpenting dalam suatu sistem yang baik yang berdasarkan sistem just in time(sistem tepat waktu).Karena dalam sistem ini untuk proses pembelian atau penjualan memiliki penjadwalan yang tersusun secara sistematis sehingga upaya untuk menghasilkan laba dapat dirasakan secara maksimal.

Senin, 11 April 2011

Perencanaan Investasi Dalam Pengambilan Keputusan dan Mengetahui Resiko yang Ada


Perencanaan Investasi Dalam Pengambilan Keputusan
dan Mengetahui Resiko yang Ada

Dalam  berinvestasi banyak sekali peran dan kendala yang dihadapi oleh seorang investor dalam memilih investasi yang layak dan memiliki keuntungan yang  baik, sehingga resiko yang didapat diupayakan semaksimal mungkin. oleh karena itu, untuk mendapatkan keuntungan yang besar maka seorang investor harus dapat memiliki cara untuk mengambil pilihan dalam menghadapi resiko yang ada dengan pilihan sendiri atau seorang financial planner.Memang tidak mudah dalam mengambil keputusan untuk memilih investasi yang cocok untuk dapat digunakan dan menjadi pilihan dalam masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu seorang investor harus memiliki pandangan utama dalam berinvestasi yaitu:
1.Income atau tingkat pendapatan, sehingga investor lebih memperhatikan  pendapatan yang ada saat ini
2.Pertumbuhan modal bagi seorang investor yang dititikberatkan terhadap  orientasi pertumbuhan capital yang mana seorang investor dapat menetapkan jangka waktu lebih panjang dan dapat mengevaluasi pertumbuhannya dari waktu ke waktu, selain itu seorang investor yang menitikberatkan  untuk mempertahakan modal yang ada dan melakukan divesifikasi folio akan mengurangi upaya di dalam resiko yang ada.
         Menurut buku Financial Planning Standards Board,   Resiko investasi dapat dikatakan sebagai suatu hasil dan upaya yang tidak sesuai dengan harapan atau ekspetasi. Banyak sekali resiko yang ada dalam suatu investasi seperti,resiko sistematik yang merupakan suatu resiko yang terjadi akibat faktor-faktor yang terjadi seperti bencana alam dan keadaan yang mengakibatkan tidak dapat dilakukannya diversifikasi portofolio.yang terdiri dari beberapa factor seperti:
·         resiko pasar(market risk) yang merupakan resiko yang ada karena factor independen pasar tersebut
·         resiko  fluktuasi bunga(interest rate) adalah resiko yang terjadi karena fluktuasi tingkat suku bunga
·         resiko pasar(market risk) resiko yang disebabkan oleh factor independen dari setiap investasi
·         resiko suku bunga(interest rate risk) resiko yang disebabkan oleh fluktuasi dari tngkat suku bunga
·         resiko tarif investasi(reinvestment rate risk) resiko terjadinya penurunan tingkat bunga di pasar pada saat pembayaran dari sebuah investasi diterima.
·         resiko daya beli yaitu resiko karena adanya inflasi
·         resiko mata uang,tingkat resiko yang harus dihadapi oleh seorang investor atas fluktuasi antara dua atau lebih mata uang yang mempengaruhi tingkat pengembalian investasinya.
            Selain itu terdapat pula jenis resiko yang lain yang juga mempengaruhi tingkat resiko yang ada yaitu dapat disebut sebagai resiko non sistematis yang disebut juga sebagai resiko yang bisa dideversifikasi ,faktor pembentuk yang ada seperti kapasitas managemen,mogok tenaga kerja,kecenderungan konsumen,faktor-faktor yang ada seperti:
ü  resiko bisnis(business risk) adalah  resiko yang menggunakan perhitungan dengan tingkat perusahaan dalam mendapatkan keuntungan
ü  resiko keuangan yang berhubungan erat dengan neraca keuangan perusahaan
ü  resiko cidera janji yaitu resiko yang didapat karena kemampuan perusahaan dalam  memenuhi kewajiban(membayar hutang) tidak dapat terpenuhi.
ü  resiko likuiditas berhubungan dengan ketidakpastian dalam mencairkan dana yang ada pada waktu kapan saja.
Dalam resiko ini baik sistematis maupun non sistematis layaknya seorang investor harus mengetahui dan mempunyai pengetahuan dalam kelayakan berinvestasi agar resiko yang didapat tidak merugikan investasi dan total saham yang ada sehingga mendapatkan keuntungan dalam setiap kali berinvestasi dengan tetap melihat keadaan dan situasi yang ada pada saat itu.selain itu seorang investor juga harus mengetahui likuiditas dan daya jual saham yang dimililkinya karena kita juga harus mengetahui kemampuan dari daya jual dan resiko yang ada. Selain itu sebagai seorang investor juga harus mengetahui tingkat resiko yang dapat diterima oleh indi vidu tersebut salah satunya yaitu tujuan yang spesifik yang berarti harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana dan apa saja tujuan atau target dari investasi yang akan dilakukan.Jangka waktu juga mempengaruhi seseorang investor untuk menanam modalnya karena dalam perhitungannya semakin lama kta berinvestasi maka semakin banyak untuk mendapatkan keuntungan.Dan faktor yang lainnya seperti usia,pengetahuan investor dalam berinvestasi serta kondisi pasar,kondisi keuangan,pendapatan,juga berpengaruh dalam hal ini.
            Dalam hal berinvestasi seorang investor memiliki dua kemungkinan untuk menjaga agar asset terus berkembang atau terjadinya suatu peningkatan dengan memiliki pendekatan terhadap pendapatan yang ada ataupun modal dan memiliki criteria keduanya sehingga cara berinvestasi pun dapat dirasa aman.Selain itu juga diperlukan keahlian seorang investor untuk mengalokasikan asset-aset yang ada dan analisa terhadap pergerakan harga atau hal yang menyangkut pertumbuhan investasi.Oleh karena itu untuk menjadi investor diperlukan beberapa pendekatan-pendekatan agar suatu kegiatan dalam berinvestasi memiliki keuntungan dan dapat mengantisipasi setiap ada resiko yang akan mengancam.