SISTEM JUST IN TIME(JIT) BAGI PERSEDIAAN
Modal kerja yang dapat didefinisikan sebagai sejumlah dana atau modal yang digunakan perusahaan untuk membiayai seluruh aktivitas usahanya.Didalam manajemen modal kerja terdapat berbagai macam aspek yang dapat mempengaruhi aktiva lancar.
Modal kerja dapat diklasifikasikan menjadi:
1.modal lerja dalam kas management
2.modal kerja dalam inventory management
3.modal kerja dalam modal kerja dalam account receivable management dan account payable management
Beberapa bagian ini merupakan bagian yang penting dalam menjaga agar modal kerja dalam suatu perusahaan dapat berjalan baik dan tentunya memilki tingkat likuiditas yang optimal sehingga suatu kinerja dalam perusahaan dapat berupaya sebaik mungkin.Secara spesifik saya akan membahas salah satu aspek modal kerja yaitu”inventory management” salah satu faktor ini juga merupakan faktor yang terpenting karena kuantitas dan pengaruhnya berada pada modal perusahaan.
Inventory management dapat diartikan sebagai upaya untuk mengelola tingkat sediaan,sehingga tidak terjadi overstock yang menyebabkan kebutuhan modal kerja terlalu besar padahal tidak diperlukan sebanyak itu.Selain itu untuk menghindari upaya under stock yang mengurangi kapasitas sediaan yang digunakan sehingga tidak tercukupi penggunaannya.Oleh karena itu,cara yang baik digunakan agar sediaan dapat terjaga dengan baik serta penggunaanya optimal yaitu dengan JUST IN TIME yang berarti segala aktivitas yang tidak memilki pengaruh terhadap sediaan atau tidak ada nilai guna harus dieliminasi atau dalam artian lain suatu filosofi tepat waktu yang memusatkan pada aktivitas yang diperlukan oleh segmen-segmen internal lainnya dalam suatu organisasi.
Beberapa aspek yang mempengaruhi sistem just in time yaitu:
1. Semua aktivitas yang tidak bernilai tambah terhadap produk atau jasa harus di eliminasi.Aktivitas yang tidak bernilai tambah meningkatkan biaya yang tidak perlu,misalnya persediaan sedapat mungkin nol.
2. Adanya komitmen untuk selalu meningkatkan mutu yang lebih tinggi.Sehingga produk rusak dan cacat sedapat mungkin nol,tidak memerlukan waktu dan biaya untuk pengerjaan kembali produk cacat, dan kepuasan pembeli dapat meningkat.
3. Selalu diupayakan penyempurnaan yang berkesinambungan (Continuous Improvement)dalam meningkatkan efisiensi kegiatan.
4. Menekankan pada penyederhanaan aktivitas dan meningkatkan pemahaman terhadap aktivitas yang bernilai tambah.
Sehingga sistem ini berpengaruh terhadap suatu kapasitas sediaan yang selalu menjaga mutu dan manfaat yang digunakan selainitu dalam produksinya sistem ini mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi perusahaan yang dilakukan dengan :
Produksi JIT
Produksi JIT adalah sistem penjadwalan produksi komponen atau produk yang tepat waktu, mutu, dan jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan oleh tahap produksi berikutnya atau sesuai dengan memenuhi permintaan pelanggan.
Produksi JIT dapat mengurangi waktu dan biaya produksi dengan cara:
1. Mengurangi atau meniadakan barang dalam proses dalam setiap workstation (stasiun kerja) atau tahapan pengolahan produk (konsep persediaan nol).
2. Mengurangi atau meniadakan “Lead Time” (waktu tunggu) produksi (konsep waktu tunggu nol).
3. Secara berkesinambungan berusaha sekeras-kerasnya untuk mengurangi biaya setup mesin-mesin pada setiap tahapan pengolahan produk (workstation).
4. Menekankan pada penyederhanaan pengolahan produk sehingga aktivitas produksi yang tidak bernilai tambah dapat dieliminasi.
Perusahaan yang menggunakan produksi JIT dapat meningkatkan efisiensi dalam bidang:
1. Lead time (waktu tunggu) pemanufakturan
2. Persediaan bahan, barang dalam proses, dan produk selesai
3. Waktu perpindahan
4. Tenaga kerja langsung dan tidak langsung
5. Ruangan pabrik
6. Biaya mutu
7. Pembelian bahan
Penerapan produksi JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut:
1. Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan
2. Mengeliminasi atau mengurangi kelompok biaya (cost pools) untuk aktivitas tidak langsung
3. Mengurangi frekuensi perhitungan dan pelaporan informasi selisih biaya tenaga kerja dan overhead pabrik secara individual
4. Mengurangi keterincian informasi yang dicatat dalam “work tickets”
Pembelian JIT
Pembelian JIT adalah sistem penjadwalan pengadaan barang dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan penyerahan segera untuk memenuhi permintaan atau penggunaan.Pembelian JIT dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pembelian dengan cara:
1. Mengurangi jumlah pemasok sehingga perusahaan dapat mengurangi sumber-sumber yang dicurahkan dalam negosiasi dengan pamasoknya.
2. Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi dengan pemasok.
3. Memiliki pembeli atau pelanggan dengan program pembelian yang mapan.
4. Mengeliminasi atau mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak bernilai tambah.
5. Mengurangi waktu dan biaya untuk program-program pemeriksaan mutu.
Penerapan pembelian JIT dapat mempunyai pengaruh pada sistem akuntansi biaya dan manajemen dalam beberapa cara sebagai berikut:
1. Ketertelusuran langsung sejumlah biaya dapat ditingkatkan.
2. Perubahan “cost pools” yang digunakan untuk mengumpulkan biaya.
3. Mengubah dasar yang digunakan untuk mengalokasikan biaya sehingga banyak biaya tidak langsung dapat diubah menjadi biaya langsung.
4. Mengurangi perhitungan dan penyajian informasi mengenai selisih harga beli secara individual
5. Mengurangi biaya administrasi penyelenggaraan sistem akuntansi.
Kedua sistem ini merupakan komponen terpenting dalam suatu sistem yang baik yang berdasarkan sistem just in time(sistem tepat waktu).Karena dalam sistem ini untuk proses pembelian atau penjualan memiliki penjadwalan yang tersusun secara sistematis sehingga upaya untuk menghasilkan laba dapat dirasakan secara maksimal.