Apa itu open source?
Open source mengacu pada kode sumber software yang tersedia secara bebas kepada siapa saja yang ingin untuk mengembangkan, memodifikasi, atau meningkatkan kode tersebut.Contohnya seperti
linux, apache,Mozilla, dan open office.
Secara umum model open source mencakup beberapa nilai yang menjamin keutuhan suatu sistem software open source. Inisiatif open source adalah sebuah organisasi yang tidak berbasis keuntungan mengusulkan 10 poin yang diterima secara luas oleh komunitas open source. Berikut ini adalah poin tersebut:
1. Pendistribusian secara bebas
2. kode sumber harus tercantumkan
3. pengerjaan dapat diturunkan atau dimodifikasi
4. keutuhan dari sumber pembuat
5. tidak ada diskriminasi terhadap personal
6. tidak ada diskriminasi terhadap bidang yang dijalankan
7. distribusi lisensi
8. lisensi tidak spesifik
9. lisensi tidak menghalangi sumber lain
10. harus bersifat netral
E-learning merupakan pembelajaran yang relevan yang mana menggunakan media pembelajaran secara elektronik. Media elektronik ini dapat berupa internet, tv, video, atau audio tape. Dalam perkembangannya, banyak lembaga pendidikan mengkreasikan open source. Dengan open source dengan mudah meng-update system mereka dan lebih fleksibel. Namun masih tergantung dari:
1. kesolidan komunikasi
2. kesamaan pengertian tentang komunikasi
3. pengalokasian dan anggaran untuk open source
4. memiliki kerja sama yang positif dengan perusahaan
5. mendorong institusi berpindah ke open source
Sedangkan manfaat software open source yang digunakan dalam system e-learning yaitu software ini berkembang lebih cepat dari software lain serta kebutuhan pengguna dapat ditemukan dalam software open source, selain itu software baru lebih sering dirilis dan bergantung pada komunitas untuk menguji dan mengetahui fasilitas software tersebut. Serta didapatkan bahwa kebanyakan tim pengembang adalah sukarelawan namun adanya keamanan yang baik karena kode-kode tersebut disebarluaskan ke seluruh dunia.
Open souce dan open standard
Dasar dari open source adalah distribusi terbuka dari kode sumber. Dalam kata lain, semua pengguna dapat mengembangkan, memodifikasi, mengganti dan meningkatkan kode sumber tersebut. Open standard membentuk standard untuk membentuk dasar dalam kemampuan untuk tukar menukar data dan menggunakan data tersebut. Hal ini memungkinkan untuk mengoperasikan beberapa platform dengan protocol dan tekhnologi yang berbeda
Theorism dan Principles
Construvism
Konstruktif percaya bahwa manusia adalah pembelajar aktif. Mereka menyusun pengetahuan baru berdasarkan pengalaman sebelumnya. Dalam lingkungan ini, pembelajaran menjadi proses aktif dalam menyusun pengetahuan dalam cara menyusun pengalaman sebelumnya untuk menentukan arti dan menyusun pengetahuan baru.
Instrumentalism
Merujuk pada fungsi adaptasi pikiran manusia yang dapat meningkatkan kemampuan bertahan. Penerapannya mengacu pada perubahan langsung atas situasi yang tak menentu.
Pragmatism
model simple dari stimulus dan respon. Interpretasi stimulus dan interpretasi respon didasarkan dari kronologi yang lebih besar dan konteks social.
Dari penjelasan di atas dengan adanya e-learning didapatkan bahwa e-learning memberikan pengalaman untuk belajar dengan lebih baik dan dibuat sesuai dengan kebutuhan pengguna, yang dilengkapi dengan software open source

